KKN BTV III UNEJ - Kelompok 08 : Pemberdayaan UMKM melalui digitalisasi Marketting dan inovasi produk dalam meningkatkan penjualan produk makaroni.
Desa Kaotan merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Blimbingsari, dulunya desa kaotan masuk di kecamatan Rogojampi. Tetapi karena Blimbingsari membuat kecamatan sendiri, Desa kaotan pada akhirnya masuk ikut Kecamatan Blimbingsari. Desa Kaotan secara administratif dibagi menjadi dua dusun, yaitu Dusun Krasak dan Dusun Krajan. Adanya Bandara Blimbingsari merupakan keuntungan bagi desa Kaotan, karena letak desa kaotan ini berada disepanjang akses jalan menuju bandara. Keuntungan ini tentunya harus dimaksimalkan dengan baik oleh masyarakat sekitar, misalnya dengan membuat oleh-oleh makanan khas Banyuwangi. Tetapi, potensi desa yang ada tersebut tidak dilakukan oleh masyarakat desa kaotan, sehingga saya dan sasaran yang saya tuju memutuskan untuk membuat oleh-oleh makanan, yaitu Makaroni.
Di situasi wabah pandemi Covid-19 saat ini membuat perekonomian mengalami resesi, baik itu pelaku ekonomi kelas atas maupun kelas bawah. Hal ini tentu sangat menghambat laju perekonomian pelaku usaha yang nantinya jika terus mengalami kemerosotan ekonomi, efek yang akan terjadi adalah PHK massal. Para pelaku usaha terpaksa melakukan hal tersebut karena hasil yang didapat dari penjualan tidak cukup untuk menggaji para karyawannya, sementara produksi harus tetap berjalan. Sehingga salah satu cara untuk menstabilkan dan mempertahankan usahanya tersebut dengan mengurangi karyawan. Pelaku UMKM pun banyak yang gulung tikar dikarenakan wabah pandemi Covid-19, mereka kesusahan dalam menjual produknya dikarenakan kebijakan pemerintah yang mengkekang para pelaku usaha seperti misalnya pembatasan jam dan pembatasan konsumen. Dari yang biasanya dapat melayani 10 orang sekaligus, karena adanya kebijakan pemerintah akhirnya geser menjadi 4 konsumen. Sama halnya seperti yang sasaran saya alami, sebelum wabah Covid-19 muncul, sasaran saya dapat menjual produknya sekitar 10-15/hari, tetapi karena munculnya Covid-19 yang tidak kunjung membaik ini membuat bisnis produknya gulung tikar dan tidak ingin mengambil resiko berjualan di masa pandemi. Dari permasalahan tersebut, saya Risandy Al Afghani, mahasiswa Universitas Jember yang pada saat ini melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Back To Village III di Desa Kaotan tertarik untuk melakukan pendampingan dan mengembangkan produk usaha sasaran saya berupa produk makanan makaroni agar dapat membantu membangkitkan kembali produk sasaran tersebut.
Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dalam bentuk KKN di Desa Kaotan Kecamaan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 11 agustus 2021 sampai 9 september 2021. Dengan mengusung tema Program pemberdayaan Wirausaha masyarakat terdampak Covid-19, diharapkan mampu menggerakkan kembali serta mengembangkan produk usaha berupa makanam makaroni. Metode pelaksanaan yang digunakan ialah melakukan pendampingan serta pelatihan kepada sasaran dalam memaksimalkan pengelolaan produk usaha, memanfaatkan teknologi informasi dalam pemasaran guna meningkatkan jumlah penjualan, rebranding produk, memberikan logo, sehingga memiliki brand sendiri serta mengenalkan produk pada masyarakat. Disamping itu, membantu kelangsungan hidup produk dengan menarik perhatian pelanggan agar dapat berjalan dengan baik dan menyesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini. (Risandy Al Afghani/180910202033/Kelompok 08/Yanuar Nurdiansyah, ST., M.CS)

Komentar
Posting Komentar